Bey Laspriana

Bey Laspriana

Terlahir dengan nama lengkap Bey Laspriana Husain, di Purwakarta, Jawa Barat pada tanggal 22 Desember 1969. Putra sunda asli ini besar sebagai sosok hangat yang bisa dekat dengan siapa saja meski aslinya ia agak pendiam. Sering melanglang ke berbagai kota dan pulau karena kebetulan ayahnya adalah jebolan AAU (Akademi Angkatan Udara) yang harus siap ditugaskan di manapun. Meski sudah berkaca mata minus sejak kelas 1 SMP, Bey (panggilan kecilnya) menggilai olah raga terutama basket dan voli. Sejak SMP hingga perguruan tinggi selalu menjadi tim almamater, di samping menyukai bermain musik dan organisasi juga. Tercatat saat di SMAN 54 Jakarta Timur pernah menjabat Ketua Bidang dan Wakil Ketua KIR (Kelompok Ilmiah Remaja). Saat di perguruan tinggi, Bey adalah anggota MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta. Selain itu, ia juga sempat menjadi Sekretaris Umum dan Wakil Ketua Umum UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Islam di kampus.

Pria yang dikarunai tiga putra dan dua putri dari pernikahannya dengan Septa Anitawati ini banyak mengisi masa mudanya dengan kegiatan-kegiatan dunia ke-Islaman. Petualangan dan kecintaannya pada dunia kajian ke-Islaman sudah dimulai sejak SMA saat menjadi pengurus Remais salah satu Masjid di Halim P., Jakarta, dan semakin bersemangat saat bertemu dengan rekan-rekan pergerakan ke-Islaman mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jogja. Pergaulan inilah yang makin mendorongnya untuk mengkaji tentang konsep-konsep Islam baik masalah aqidah, fiqih, ibadah hingga masalah politik, sosial, problem kontemporer dan ekonomi. Nah bagian terakhir inilah (ekonomi Islam) yang mendorong Bey untuk mencoba mewujudkan seperti apa sih kalau konsep “syirkah” dalam Islam itu dijalankan ke dalam bisnis riil. Maka pada tahun 1997 lahirlah Syafa’at Marcomm yang awal kelahirannya bernama ‘Syafa’at Rancang Grafis’ setelah selama setahun sebelumnya (1996) melakukan pembelajaran dan studi kelayakan bagaimana membangun usaha dengan konsep syirkah, hingga akhirnya tersusunlah proposal kerjasama bisnis dengan sistem syirkah yang kemudian didirikannya bersama Andika Dwijatmiko dan Dwi Condro Triono.

Lima belas tahun adalah masa-masa perjuangan untuk mempelajari, menghasilkan dan mengaplikasikan konsep Marcomm Syariah. Maklumlah… di samping memang background pendidikan yang ngga nyambung, juga karena kenyataannya belum ada Marcomm Syariah di jagad komunikasi pemasaran maupun advertising. Tujuh tahun sebagai Account Director membuatnya cukup matang untuk memahami seluk beluk dunia marketing, mulai dari melakukan prospek; presentasi; pitching; konsultan; merancang strategi marcomm; relationship; hingga services. Tahun 2006-2008 sempat juga menjadi CEO dan kini (sejak 2010) menempati posisi sebagai Strategic Planner.

Dalam rentang waktu itu banyak pengalaman yang diperoleh baik sebagai dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Jogja, technical assistance komunikasi sebuah perguruan tinggi, mengisi berbagai workshop dan seminar di berbagai daerah dan yang terpenting adalah dipercaya menangani komunikasi beberapa perusahaan dan lembaga nasional hingga bertahun-tahun. Sesuatu yang menantang dan jarang terjadi. Semoga ini bisa menjadi bahan pendewasaan sekaligus peningkatan kualitas diri hingga Syafa’at Marcomm bisa menjadi perusahaan marcomm syariah yang memberikan—bukan saja kontribusi penting pada pengembangan bisnis dan marcomm syariah di dunia, tetapi juga memberi kontribusi pada dakwah dan pencitraan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin ke seluruh dunia.
bey.syafaat.com

follow @beylaspriana

Share Button