Kepingan itu bernama “Puzzle Dakwah”

puzzle home

Bismillahirrahmanirrahim…

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (TQS. Al-Imran : 110)

“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)

Allah SWT telah mewajibkan setiap muslim untuk melakukan aktivitas dakwah, yaitu menyampaikan kebenaran Islam dan mencegah perbuatan ingkar. Aktivitas ini merupakan aktivitas mulia yang telah dicontohkan oleh para nabi dan rasul. Orang-orang yang ikhlas dan istiqamah berkecimpung didalamnya termasuk orang-orang pilihan, karena sesungguhnya aktivitas ini penuh dengan tantangan. Tidak jarang dijumpai bentuk-bentuk penolakan, sindiran, cibiran bahkan upaya penjegalan dilakukan oleh sekelompok orang, masyarakat atau bahkan negara. Mereka yang tak kenal lelah dan tetap tegar menyampaikan Islam di tengah derasnya arus rintangan yang ditemui adalah sosok-sosok inspiratif yang layak diteladani.

Buku ini berisi rangkuman dari kepingan-kepingan puzzle dakwah yang menceritakan beberapa penggalan kisah aktivitas para pengemban dakwah. Kisah-kisah mereka disampaikan dengan alur cerita sederhana yang mudah difahami dengan fakta-fakta yang sangat dekat dengan keseharian kita. Meskipun buku ini memuat kisah perjalanan para pengemban dakwah dari berbagai penjuru dunia dengan latar belakang yang beragam, akan tetapi setiap kisah memuat sebuah gagasan yang menarik, yaitu Khilafah. Khilafah adalah satu bentuk pemerintahan Islam yang menyatukan seluruh kekuatan kaum muslimin secara global tanpa dibatasi sekat-sekat nasionalisme. Khilafah sendiri merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim. Ketika muslim bersyahadat bahwa tiada Illah selain Allah Swt dan Muhammad Saw sebagai utusan-Nya, maka saat itu pula dia terikat dengan hukum atau syariat Islam. Syariat ini ada yang bisa dikerjakan secara individual, seperti shalat, zakat, puasa, menutup aurat, maupun melaksanakan haji. Ada pula syariat yang harus dikerjakan secara kolektif (berjamaah), seperti mengurus, menyolatkan, dan menguburkan jenazah. Dan tak sedikit pula syariat yang hanya bisa ditegakkan oleh negara, seperti meregulasi ekonomi yang bebas riba, menerapkan hukuman hudud dan jinayat, serta melaksanakan dakwah Islam keseluruh dunia. Negara Khilafah menciptakan suasana kondusif agar seluruh syariat Islam ini dapat terlaksana. Dengan sistem kepemimpinan Khilafah, Islam sebagai rahmat bagi seluruh dunia dapat terwujud.

Meskipun mendirikan Khilafah adalah kewajiban bagi setiap muslim, akan tetapi sampai saat ini tidak ada satupun negeri kaum muslimin yang menerapkannya. Bahkan istilah Khilafah itu sendiri masih terdengar asing di telinga sebagian besar kaum muslimin. Oleh karena itu, para pengemban dakwah berupaya menyeru masyarakat tentang kewajiban menegakkan Khilafah agar dapat terlaksana seluruh syariat Allah Swt. Para pengemban dakwah ini terbina dalam satu harokah (gerakan) dakwah. Kemudian mereka juga membina masyarakat dalam kelompok-kelompok pengajian. Mereka terus berupaya agar Khilafah menjadi topik pembicaraan yang tidak asing di tengah masyarakat dengan menyebarkan buletin, menulis di media-media cetak maupun elektronik, menulis dan menerbitkan buku-buku, mengisi radio serta televisi, mengadakan seminar dan konferensi, serta vii 

memanfaatkan setiap kesempatan yang dimiliki untuk membicarakan Khilafah. Para pejabat dan wakil rakyat pun tak luput menjadi sasaran dakwah mereka. Mereka mengajak semua komponen masyarakat untuk kembali menerapkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw dalam naungan negara Khilafah Islamiyah.

Kehadiran buku Puzzle Dakwah ini, semoga bisa memberikan gambaran aktivitas riil yang dilakukan para pengemban dakwah Khilafah. Kisah-kisah bagaimana mereka mendapatkan pemahaman tentang Islam dan Khilafah, bagaimana mereka bersinggungan dengan keluarga, teman dekat, sampai tokoh masyarakat ketika menyerukannya, serta bagaimana respon masyarakat terhadap dakwah diceritakan dengan sangat inspiratif di dalam buku ini. Akhirnya, semoga buku ini juga bisa memberikan semangat dan menginspirasi kita semua untuk turut serta ambil bagian dalam aktivitas dakwah Khilafah.

Linköping, 28 Juni 2014

Wassalaamu’alaikum,

Wetra Yandi

(Kandidat Doktor, peneliti di bidang Fisika Molekuler, Linköping University, Swedia, koordinator Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (PRIMA) wilayah Swedia)

Share Button